12 Juni 2009

ROAD TO SRAGEN


Genangan air yang menyerupai waduk di bawah petilasan gunung Kemukus.
Pada musim kemarau, area ini berubah fungsi menjadi jalan raya.


Pada awal bulan Mei yang lalu tepatnya tanggal 8-10 Mei, rombongan POC-Surabaya (Pulsar Owners Club-Surabaya) mengisi libur panjang dengan touring ke salah satu daerah di Jawa Tengah. Tepatnya mengunjungi beberapa tempat wisata di kabupaten Sragen. Kabupaten yang terletak sekitar 30 km sebelah timur kota Surakarta ini pada masa kesunanan Surakarta, bernama Sukowati. Beberapa tempat wisata yang terkenal adalah objek wisata situs purbakala Sangiran, obyek wisata ziarah di makam Pangeran Samudro atau Gunung Kemukus, pemandian air panas Bayanan, dan kampung batik Kliwonan.Pemberangkatan touring yang mengambil tema “Road to Sragen” ini dimulai dari ground zero depan Giant Margorejo Surabaya. Rombongan dibagi menjadi dua gelombang pemberangkatan. Gelombang pertama berangkat jam 17.00 wib, dan rombongan berikutnya berangkat pukul 20.00 wib.



Sesampainya di pemondokan, beberapa cruiser Surabaya ini langsung terlelap dalam buaian mimpinya.


Seluruh rombongan cruiser POC tiba di kota Sragen pada dini hari, dan dijemput kang bro dari COPS (Community of Pulsarian Solo). Selanjutnya rombongan diantarkan ke pemondokan untuk beristirahat. Dengan kondisi jalan yang banyak berlubang akhirnya sekitar 30 menit rombongan tiba di pemondokan. Meski dengan fasilitas yang sangat sederhana, disalah satu rumah kerabat kang Jonjon di daerah Mondokan ini, tak lama berselang beberapa rombongan segera terlelap dalam buaian mimpi.



Sendang atau sumber mata air ini, biasa digunakan mandi oleh penduduk, ketika sumur-sumur telah mulai mengering.


Keesokan harinya beberapa orang asyik dengan rutinitas paginya. Tak terkecuali beberapa peserta rombongan yang memilih mandi di sendang dekat pemondokan. Dengan sekat alami berupa rerimbunan tanaman, beberapa bapak dan anak-anak mulai asyik meikmati segarnya air di salah satu sumber mata air didesa ini.



Berfoto sejenak di depan pondokan, sebelum melanjutkan perjalanan.


Setelah selesai mandi dan sarapan, rombongna segera berkemas untuk memulai perjalanan menuju lokasi wisata pertama. Tujuan pertama adalah kawasan wisata ziarah makam Pangeran Samudro atau yang biasa disebut petilasan Gunung Kemukus di kecamatan Sumberlawang. Hal menarik dari tempat wisata ziarah ini, adalah mitos yang beredar dalam masyarakatnya. Ada beberapa masyarakat yang memiliki keyakinan bahwa apabila ingin ngalap berkah atau permohonannya terkabul, maka orang yang datang ke Makam Pangeran Samudro harus melakukan ritual berhubungan intim dengan lawan jenis yang bukan suami atau istrinya selama 7 (tujuh) kali dalam satu lapan (1 lapan = 35hari). Wah…wah…wah… mau coba…???




Mengambil kenang-kenangan di sekitar area petilasan gunung Kemukus.


Dibawah makam pangeran Samudro terdapat sebuah genangan air yang menyerupai waduk. Pada musim kemarau airnya akan mengering dan berubah fungsi menjadi jalan yang biasa dilewati kendaraan bermotor. Dari salah satu objek wisata didesa Pendem kecamatan Sumber lawang ini, perjalanan kembali dilanjutkan menuju lokasi kedua.



Kang Jonjon kegirangan bisa menyaksikan beberapa peninggalan nenek moyangnya.

Lokasi berikutnya adalah museum situs purbakala Sangiran. Museum arkeologi yang terletak di kecamatan Kalijambe ini berdekatan dengan situs fosil purbakala Sangiran dengan luas meliputi tiga kecamatan dan mencakup lebih dari 56 km². Di museum dan situs Sangiran dapat diperoleh informasi lengkap tentang pola kehidupan manusia purba di Jawa. Di lokasi situs Sangiran ini pula, untuk pertama kalinya ditemukan fosil rahang bawah Pithecantropus erectus (salah satu spesies dalam taxon Homo erectus) oleh arkeolog Jerman, Profesor Von Koenigswald. Di area situs Sangiran ini pula jejak tinggalan berumur 2 juta tahun hingga 200.000 tahun dengan kondisinya yang masih utuh masih dapat ditemukan.

Salah satu spesies asli dari Sangiran yang masih bertahan hidup..???

Setelah puas bernostalgia dengan nenek moyangnya, rombongan kembali berangkat menuju tempat wisata yang ke tiga. Meski perjalanan sempat terhalang hujan dan terdapat beberapa motor yang tersesat dan salah jalur, akhirnya sekitar jam 1700 wib rombongan sampai di tempat wisata pemandian air panas Bayanan. Dan tak berapa lama, rombongan POC Kediri yang menyusul dan berangkat hari ini dari Kediri, tiba dilokasi pemandian.



Jembatan gantung ini adalah stu-satunya akses jalan yang terdekat menuju kampung batik di desa Kliwonan.

Para cruiser harus antri untuk bisa melewatinya.


Pemandian yang mulai dibuka jam 07.00-22.00 ini terletak sekitar 17 km sebelah tenggara Kota Sragen. Tepatnya, di Dusun Bayanan, Desa Jambeyan, Kecamatan Sambirejo, di lereng utara Gunung Lawu. Di obyek wisata pemandian air panas Bayanan disediakan 7 kamar mandi dengan bathub dan kran air yang siap mengalirkan air bersuhu berkisar 36 derajat celcius. Agar sedikit hangat, pengunjung dapat menuangkan ke dalam bathub dengan air dingin yang tersedia.



Meski hari telah gelap, dan kondisi hujan gerimis mulai turun, para pleasure maker ini tetap asyik berendam...


Tarif yang ditawarkan juga sangat murah. Untuk bisa menikmati pemandian air hangat dengan sekat berukuran 3x3m ini, pengunjung hanya cukup membayar Rp. 1.000,- untuk tiap 20 menitnya. Meskipun sangat murah, tetapi beberapa orang lebih memilih untuk berendam di kolam air dingin.



Setelah puas berendam, sesampainya di Mondokan empat tukang pijit telah siap untuk memberikan servis terbaiknya..

Setelah puas berendam, sesampai di pondokan rombongan dimanjakan dengan aneka hidangan kuliner khas Sragen yaitu jamur ‘So’. Masakan ‘oseng-oseng’ yang terbuat dari jamur yang banyak tumbuh dibawah pohon So atau melinjo. Selanjutnya servis dari 3 tukang pijat yang telah didatangkan oleh keluarga kang Jonjon siap memanjakan para peserta touring kali ini. Cukup dengan Rp.15.000,- (bagi yang memiliki ukuran tubuh ‘M’,‘S’, dan ‘L’) dan RP.20.000,- (untuk kang bro yang memiliki ukuran tubuh ‘XL’ atau ‘XXL’) bisa menikmati pijat selama 40-60 menit.


Berpose di depan gapura pintu masuk kampung batik Kliwonan..

Hari berikutnya lokasi wisata yang terakhir adalah wisata batik Kliwonan di Kecamatan Masaran. Di Desa Wisata Kliwonan ini pula para wisatawan juga dapat menikmati paket belajar membatik mulai proses awal sampai akhir. Namun karena hari libur maka rombongan hanya bisa menyaksikan langsung proses pembuatan yang dilakukan para pekerjanya saja. Di kawasan ini juga terdapat sentra atau pusat oleh-oleh khusus kerajinan yang berbahan dasar batik.



Diusianya yang memasuki kepala tujuh, Wagiyah Martoprawiro tetap setia menekuni pekerjaannya membuat batik dengan motif khas dari Kliwonan..

Dari lokasi terakhir ini, tujuan selanjutnya adalah pulang menuju Surabaya. Dengan diantarkan beberapa bikers dari COPS, rombongan melaju menuju kota Sragen dan mengambil jalan arah Surabaya. Di kilometer 6 jalan raya Sragen Ngawi, rombongan berhenti untuk makan siang dan menikmati suguhan kuliner kota Sragen.

Rumah makan yang terletak di kilometer 6 jalan raya Sragen-Ngawi ini, siap memanjakan pengunjungnya dengan menu-menu prasmanan...


Sebelum meninggalkan kota Sragen, rombongan POC Surabaya dan beberapa anggota COPS menikmati kebersamaan dengan mencicipi menu yang ditawarkan rumah makan Endang.

Di rumah makan ‘ENDANG’ yang berkonsep prasmanan ini, rombongan POC Surabaya mengucapkan terima kasih serta salam perpisahan pada Babe Sawaldi, Bro Teguh dan beberapa rombongan COPS yang lain untuk pamit melanjutkan perjalanan menuju Surabaya.

15 April 2009

"Lady in my Dreams"









25 Maret 2009

"Sebuah Romansa Dari Kota Angin"




Sore itu hujan gerimis terus menemani perjalananku. Dengan sepeda motor, kususuri ruas jalan menuju alun-alun kota angin. Jacket yang sedikit basah tak cukup untuk menghentikanku menerobos rintik hujan.... Tetapi setelah melewati ruas jalan sepanjang pasar Nganjuk, tiba-tiba aroma yang khas mulai menusuk hidungku..

Kondisi badanku yang menggigil kedinginan, tiba-tiba mulai aku rasakan. Dari dalam perutku juga mengeluarkan bunyi-bunyian seperti alunan musik alam... Laju sepeda motor pelan-pelan mulai aku kurangi. Dan di sebuah tempat dari sumber aroma itu berasal, aku menghentikan motorku.... Setelah motor kuparkir, kuayunkan langkahku menuju ruangan yang berasap itu....



Aroma yang khas itu adalah bau yang bersumber dari daging kambing yang tengah dibakar. Tepatnya berasal dari warung Nasi Becek dan Sate Kambing milik Suprapti. Sate kambing adalah salah satu makanan yang paling banyak digemari orang. Tetapi di kota Nganjuk teman untuk menyantap sate adalah sepiring nasi becek. Jika dilihat dari warna dan bentuknya, nasi becek memang menyerupai kuah soto. Tetapi jika dirasakan akan lebih meyerupai gulai. Itulah yang khas dari nasi becek. Mungkin disebut nasi becek karena saat menuangkan kuah kedalam sepiring nasi jumlahnya sangat banyak. Sehingga nasi hampir ditenggelamkan dengan kuahnya. Sehingga banyak orang menyebutnya nasi becek, atau nasi yang terendam kuah.



Nasi becek adalah makanan khas dari kota angin Nganjuk. Ditengak kota terdapat beberapa warung yang menyediakan masakan ini. Salah satunya adalah warung milik Suprapti. Di jalan Dr. Soetomo ini warung yang dia jalankan telah berdiri lebih dari tiga generasi. "Saya tidak tahu pasti kapan warung ini berdiri. Tapi kata ibu saya yang telah lebih dulu berjualan, warung nasi becek ini sudah ada sejak dia belum lahir. Jadi lebih dari tiga generasi telah turun-temurun melanjutkan usaha warung nasi becek ini "kata Suprapti sembari melayani pembeli-pembelinya.



Menyantap nasi becek biasanya akan lebih nikmat bila dicampur sedikit jeruk nipis atau cuka. Di warung ini Suprapti juga membuat sendiri cuka untuk campuran agar kuahnya terasa lebih segar. Harga satu porsi nasi becek yaang terdiri dari nasi yang diberi kuah yang menyerupai gulai dan daging kambing hanya sebesar Rp. 7.000,- saja. Sedangkan untuk 10 tusuk sate kambing dipatok seharga Rp. 14.000,-. Meski disebelah warungnya juga terdapat warung yang juga menjual nasi becek, tapi ternyata kedua tempat makan itu sama-sama tak pernah sepi oleh pengunjung. Beberapa pembeli yang notabenenya adalah warga sekitar, kebanyakan lebih senang membeli kuah gulai atau becek untuk dibawa pulang. Sedangkan yang memilih untuk makan ditempat kebanyakan adalah para pekerja kantoran atau penguna jalan yang melintasi tengah kota Nganjuk.


Warung nasi Becek Suprapti setiap harinya dibuka mulai 7.30 sampai pukul 22.00. Hampir setiap hari warungnya ramai dipenuhi para penggemar nasi becek. Jika tidak pengin terlalu lama antri, sebaiknya mampir di warung ini selepas jam makan siang atau setelah habis sholat Isya. Karena di kedua waktu itu warung sangat ramai. Dalam sehari Suprapti mengaku bisa menghabiskan sate kambing antara 600 hingga 800 tusuk. "Jika sedang melewati kota Nganjuk jangan lupa sekalian menikmati makanan khasnya juga.." ucap ibu setengah baya ini sembari menyerahkan uang kembalian kepadaku...

17 Maret 2009

"Pesona Telaga Sarangan"



Telaga Sarangan adalah salah satu kebanggaan wisata masyarakat Magetan dan Jawa Timur. Hembusan angin gunung dan indahnya landscape telaga di kaki gunung Lawu ini, tentu bisa menjadi obat mujarab untuk mengusir kejenuhan rutinitas sehari-hari kita. Objek wisata yang memiliki suhu udara antara 18 hingga 25 derajat celcius ini, terletak di kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan. Tepatnya sekitar 16 km arah barat dari kota Magetan. Bagi yang suka ketinggian dan hembusan udara dingin, tempat ini sangat cocok untuk alternatif liburan.



Telaga Sarangan memiliki luas lebih dari 30 hektar dan terdapat pulau kecil ditengahnya. Wisata air yang disebut juga telaga pasir ini, memiliki kedalaman lebih dari 1.287 meter. Berbagai fasilitas rekreasi mulai dari penginapan hingga pusat oleh-oleh telah banyak tersedia. Berderet kios aneka makanan ringan asli Magetan dan sovenir terdapat disekitar area telaga.



Bermacam-macam fasilitas rekreasi air juga disediakan dengan tarif yang sangat terjangkau. Kita bisa menikmati sensasi berpacunya adrenalin dengan meimilih kapal boat untuk mengelilingi telaga. Dengan merogoh kocek sebesar Rp. 40.000,- seorang pengemudi yang handal akan memberikan sensasi dari manuver kelokan tajam dan kecepatan tinggi diatas air. Untuk yang memiliki penyakit jantung, disarankan jangan mencobanya. Tetapi bagi yang pengin menikmati suasana romantis dengan pasangan atau keluarga, bisa memilih perahu angsa dengan tariff Rp.40.000,- per jamnya.



Disepanjang jalan tepian telaga, juga banyak ditawarkan jasa penyewaan kuda. Kita bisa menyewa seekor kuda sekedar untuk berfoto diatasnya atau untuk mengelilingi area telaga sarangan. Tarif untuk satu kali memutari telaga, hanya dikenakan antara Rp.15.000,- hingga Rp.30.000,-.



Setelah puas menikmati berbagai fasilitas rekreasi lidah kita juga akan dimanjakan dengan kuliner khas daerah ini. Mulai warung hingga pedagang keliling sate ayam dan sate kelinci juga banyak terdapat di kawasan ini. Dengan menu sepiring lontong dan 15 tusuk sate kelinci, kita hanya dikenai Rp.10.000,-.



Jika ada yang tidak menyukai olahan dari daging ayam dan daging kelinci, kita bisa memilih menu lain yang tak kalah nikmatnya. Nasi pecel pincuk (dengan bungkus daun pisang) dengan lauk peyek, tempe, telur serta aneka sayuran dari kembang turi, toge, selada air dan sawi bisa kita nikmati hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp. 5.000,- saja. Anda pengin mencoba…???


11 Maret 2009

"Honey Dip Pastry and Dessert"



Madu adalah salah satu bahan alami yang kaya akan manfaat. Selain rasanya yang manis, madu juga sangat baik untuk kesehatan dan kecantikan. Karena molekul gula pada madu dapat berubah menjadi gula lain (misalnya fruktosa menjadi glukosa), madu mudah dicerna oleh perut yang paling sensitif sekalipun, walau memiliki kandungan asam yang tinggi.

Madu membantu ginjal dan usus untuk berfungsi lebih baik. Rendah kalori: Kualitas madu lain adalah, jika dibandingkan dengan jumlah gula yang sama, kandungan kalori madu 40% lebih rendah. Walau memberi energi yang besar, madu tidak menambah berat badan. Berdifusi lebih cepat melalui darah: Jika dicampur dengan air hangat, madu dapat berdifusi ke dalam darah dalam waktu tujuh menit. Molekul gula bebasnya membuat otak berfungsi lebih baik karena otak merupakan pengonsumsi gula terbesar.


Apa yang terjadi jika madu diolah menjadi berbagai macam bahan makanan..? Madu alami yang manis dan tanpa bahan kimia berpadu dengan berbagai macam bumbu rempah-rempah asli Indonesia, tentunya akan membangkitkan rasa penasaran untuk mencicipi...



Sebuah cafe dengan konsep Honey Dip Pastry and Dessert menawarkan aneka makanan dengan bahan pemanis dari madu alami dan suasana yang cozy... Sebuah tempat nongkrong baru di daerah H.R. Muhammad, Surabaya ini mulai dibuka pukul 10 pagi hingga 10 malam. Bahkan khusus untuk hari Jumat hingga Minggu buka hingga pukul 12 malam. Selain tempatnya yang asyik, setiap hari mulai pukul 14.00-17.00 juga ada program 'Honey Hours'. Selama program itu berlangsung pengunjung bisa merasakan satu slice cake dan beverage dengan harga paket 35.000 rupiah.



Selain sebagai tempat nongkrong yang cozy, cafe di kawasan Surabaya Barat ini juga turut mendukung program peduli lingkungan. Goodie bag yang diberikan terbuat dari bahan-bahan yang mudah didaur ulang. Selain itu bagi para pambeli yang ingin mendukung program ini, jika melakukan pembelian tanpa goodie bag maka akan mendapatkan potongan harga sebesar 5.000 rupiah.


Di Honey Dip, pengunjung bisa duduk-duduk santai sambil menikmati waktu senggang dengan iringan musik chill out. Ditemani segelas minuman dan satu slice cake, pengunjung bisa sambil menjalankan bisnis atau sekedar browsing menikmati akses internet gratis sepuasnya..

Sembari menunggu pesanan datang pengunjung juga bisa melihat 'dessert galery' pertama di Surabaya. Berbagai informasi unik tentang berbagai macam dessert di sekeliling ruangan. Selain itu kata-kata mutiara yang dipajang di beberapa tempat bisa menggugah semangat dan memberikan ispirasi selepas bersantai di tempat ini..



Para pengunjung juga bisa menikmati madu sepuasnya langsung dari sarang lebah yang tersedia. Rasa manis madu alami bisa dinikmati dengan mencolekkan strowbery atau sepotong roti. Rasa sensasi yang berbeda akan dirasakan oleh lidah kita. Dan tentunya manfaat kesehatan juga didapatkan oleh tubuh kita.

20 Februari 2009

"Dance With Wolf"













* Dalam acara lomba balap Sepeda Bupati Sidoarjo Cup 2009, para penonton dan pembalap sepeda dihibur oleh pertunjukan 'free style' Bajaj Pulsar 180 cc dan 200cc. Sayang sekali posisi kondisi lensa sudah 'sedikit sakit' ditambah cahaya matahari tepat diatas kepala... Jadi alhasil Out off focus plus over gak-karu-karuan...

17 Februari 2009

Bupati Sidoarjo Cup 2009



Sebuah event lokal balap sepeda, Minggu (15/02) digelar di Gelora Delta Sidoarjo. Meski bertaraf lokal namun perlombaan yang memperebutkan Tropy Bupati Sidoarjo Cup 2009 ini, menjadi ajang para pembalap Jawa Timur untuk mencoba strategi dan stamina untuk menghadapi kejuaraan di Taiwan yang akan datang.



Perlombaan yang mengambil jarak kriterium ini diikuti oleh tim-tim elit dari beberapa daerah di Jawa dan beberapa dari luar Jawa. Antara lain CCC Solo, ISSI kota Malang, Putra Perjuangan Bandung, Araya Sidoarjo dan beberapa tim dari luar Jawa.



Dalam laga balap sepeda kali ini melombakan jarak kriterium 1,2 km x 20 lap untuk pemula, 1,2 km x 25 lap untuk junior, dan 1,2 km x 40 lap untuk senior. Pada perlombaan kali ini Pengda ISSI Sidoarjo melombakan tiga kategori usia. Antara lain kategori usia pemula, junior dan senior. Sedangkan untuk putri dilombakan secara open.



Lomba balap sepeda kreterium Bupati Sidoarjo Cup ke VI ini diselenggarakan berkat kerjasama ISSI Pengkab Sidoarjo, Polygon, Araya, dan BMSA. Laga balap sepeda kali ini juga dibantu oleh klub bajaj pulsar SPORT Sidoarjo dan Pulsar Owners Club Surabaya. Di setiap jeda perlombaan, para penonton juga dihibur oleh atraksi akrobatik para freestyler dalam mengendarai Bajaj Pulsar 180 cc dan 200 cc.

14 Februari 2009

"Apa itu Valentine...???"

Banyak orang di berbagai belahan dunia, pada tanggal 14 Pebruari memperingati hari Valentine. Tak terkecuali di Indonesia.. Mereka memperingati entah karena mengerti latar belakang perayaan Valentine atau sekedar ikut-ikutan saja..??? Sebenarnya apa sih valentine itu..?? Bagi yang memperingati... "Selamat Hari Valentine.."

Sejarah Hari Valentine

Hari Valentine mulai dikenal sejak jaman kerajaan Romawi. Menurut adat Romawi, 14 Februari adalah hari untuk menghormati Juno. Ia adalah ratu para dewa dewi Romawi. Rakyat Romawi juga menyebutnya sebagai dewi pernikahan. Di hari berikutnya, pada tanggal 15 Februari dimulailah perayaan ‘Feast of Lupercalia.’

Pada masa itu para gadis dilarang berhubungan dengan para pria. Pada malam menjelang festival Lupercalia berlangsung, nama-nama para gadis ditulis di selembar kertas dan kemudian dimasukkan ke dalam gelas kaca. Nantinya para pria harus mengambil satu kertas yang berisikan nama seorang gadis yang akan menjadi teman kencannya di festival itu.

Tak jarang pasangan ini akhirnya saling jatuh cinta satu sama lain, berpacaran selama beberapa tahun sebelum akhirnya menikah. Dibawah pemerintahan Kaisar Claudius II, Romawi terlibat dalam peperangan. Claudius yang dijuluki si kaisar kejam kesulitan merekrut pemuda untuk memperkuat armada perangnya.

Ia yakin bahwa para pria Romawi enggan masuk tentara karena berat meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Akhirnya ia memerintahkan untuk membatalkan semua pernikahan dan pertunangan di Romawi. Saint Valentine yang saat itu menjadi pendeta terkenal di Romawi menolak perintah ini.

Ia bersama Saint Marius secara sembunyi-sembunyi menikahkan para pasangan yang sedang jatuh cinta. Namun aksi mereka diketahui sang kaisar yang segera memerintahkan pengawalnya untuk menyeret dan memenggal pendeta baik hati tersebut.

Ia meninggal tepat pada hari keempat belas di bulan Februari pada tahun 270 Masehi. Saat itu rakyat Romawi telah mengenal Februari sebagai festival Lupercalia, tradisi untuk memuja para dewa. Dalam tradisi ini para pria diperbolehkan memilih gadis untuk pasangan sehari.

Karena Lupercalia mulai dirayakan pada pertengahan bulan Februari, para pastor memilih nama Hari Santo Valentinus untuk menggantikan nama perayaan itu. Sejak saat itu, mulailah para pria memilih gadis yang diinginkannya bertepatan pada hari Valentine.

Kisah St. Valentine

Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ketiga. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut, dan ia bukan satu-satunya. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.

Namun sayangnya keinginan ini bertepuk sebelah tangan. Para pria enggan terlibat dalam perang. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Hal ini membuat Claudius sangat marah, ia pun segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.

Ia berfikir bahwa jika pria tak menikah, mereka akan dengan senang hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Para pasangan muda menganggap keputusan ini sangat tidak manusiawi. Karena menganggap ini adalah ide aneh, St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.

Ia tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini diketahui kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tak bergeming dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin, tanpa bunga, tanpa kidung pernikahan.

Hingga suatu malam, ia tertangkap basah memberkati sebuah pasangan. Pasangan itu berhasil melarikan diri, namun malang ia tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis mati. Bukannya dihina, ia malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara.

Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta itu adalah putri penjaga penjara. Sang ayah mengijinkannya untuk mengunjungi St. Valentine di penjara. Tak jarang mereka berbicara selama berjam-jam. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta itu. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar.

Pada tanggal 14 Pebruari bertepatan saat hari ia akan dipenggal, ia menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis itu... Atas semua perhatian, dukungan dan bantuannya selama ia dipenjara. Diakhir pesan itu, ia menuliskan : “Dengan Cinta dari Valentinemu.”

Pesan itulah yang kemudian merubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat St. Valentine sebagai pejuang cinta, sementara kaisar Claudius dikenang sebagai seseorang yang berusaha mengenyahkan cinta.

Tradisi Valentine

– Selama beberapa tahun di Inggris, banyak anak kecil di dandani layaknya anak dewasa pada hari Valentine. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah sambil bernyanyi.

– Di Wales, para pemuda akan menghadiahkan sendok kayu pada kekasihnya pada hari kasih sayang itu. Bentuk hati dan kunci adalah hiasan paling favorit untuk diukir di atas sendok kayu tersebut.

– Pada jaman Romawi kuno, para gadis menuliskan namanya di kertas dan memasukkan ke dalam botol. lalu para pria akan mengambil sah satu kertas tersebut untuk melihat siapakan yang akan menjadi pasangan mereka dalam festifal tersebut.

– Di Negara yang sama, para gadis akan menerima hadiah berupa busana dari para pria. Jika ia menerima hadiah tersebut, ini pertanda ia bersedia dinikahi pria tersebut.

– Beberapa orang meyakini bahwa jika mereka melihat robin melayang di udara saat hari Valentine, ini berarti ia akan menikah dengan seorang pelaut. Sementara jika seorang wanita melihat burung pipit, maka mereka akan menikah dengan seorang pria miskin. Namun mereka akan hidup bahagia. Sementara jika mereka melihat burung gereja maka mereka akan menikah dengan jutawan.

– Sebuah kursi cinta adalah kursi yang lebar. Awalnya kursi ini dibuat untuk tempat duduk seorang wanita (jaman dahulu wanita mengenakan busana yang sangat lebar). Belakangan kursi cinta dibuat untuk tempat duduk dua orang. dengan cara ini sepasang kekasih bisa duduk berdampingan.

– Pikirkan lima atau enam nama pria (jika anda wanita) atau lima atau enam nama wanita (jika anda pria) yang ingin anda nikahi. Lalu putralah setangkai apel sambil menyebut nama tersebut satu persatu. Anda akan menikah dengan nama yang anda sebut saat tangkai tersebut lepas dari buahnya.

– Petiklah sekuntum bungan dandelion yang tengah mengembang. Tiuplah putik-putik pada bunga tersebut, lalu hitunglah putik yang tersisa. Itu adalah jumlah anak yang akan anda miliki setelah menikah.

– Jika anda memotong sebuah apel pada tengahnya dan menghitung jumlah biji di dalamnya, ini juga bisa menunjukkan jumlah anak yang akan anda miliki setelah menikah.

* model adalah si kembar Rici & Riko 3thdan kakaknya Marsha 5th

(Cerita dari Seorang Teman)